-->

Quote 1

The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.

Quote 2

The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).

Quote 3

You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)

Quote 4

Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras melainkan tepat sasaran.

Quote 5

Kemalasan membuat seseorang begitu lamban dan kemiskinan segera meyusul.

Rabu, 17 Oktober 2012

Kucingku, aku...

Aku pernah punya kucing, tepatnya anak kucing. Anak kucing yang lucu, lincah dan ceria. Kucingku juga pintar. Kesehariannya adalah bermain denganku.

Seperti biasa, kuberi makan kucingku. Makanan yang setiap harinya dia makan, juga tak lupa minumnya. Keduanya kutaruh di tempat yang sama, sama di setiap harinya. Kucingku hafal betul tempat itu, tempat yang selalu dekat dengannya ketika ia lapar. Seolah berkata denganku 'hey, aku sudah lapar, aku tak bisa mengambil makananku sendiri'.

Suatu hari kucingku terlihat lesu, ia duduk di tempat yang tidak biasanya. Boneka dan bola yang setiap harinya ia mainkan hari ini belum berpindah tempat, bahkan belum disentuhnya. Ya, boneka yang sedikit rusak karena cakarnya yang belum kuat itu. Boneka yang sedikit rusak karena giginya yang belum kuat.

Karena khawatir, aku membawa kucing ke seorang dokter hewan yang terkenal. Namun di luar dugaan, sang dokter berkata dengan yakin 'kucingmu tidak sakit'.

Hey kucing, kuberi kau makan dan minum seperti biasanya, bahkan aku tak pernah lupa. Setiap hari kuajak kau bermain, aku selalu ingat wajah ceriamu. Meskipun aku tau, seekor kucing tak mampu menunjukkan raut sedihnya.

Sepertinya dia lelah, setiap hari berlari kesana kemari tau mungkin dia bosan.

Malam ini dingin, kucingku tak tidur di tempat biasanya. Malam hari aku termenung, kucingku merasuk pikiranku. Sungguh tak seperti biasanya. Memikirkan apa yang harus aku lakukan untuknya. Terlintas pikiran untuk memberinya makanan spesial, bukan makanan yang setiap harinya dia makan. Terlintas pula di pikiran untuk membawanya berkeliling bermain, bukan bermain di tempat biasanya. Aku pun tersenyum.

Keesokan paginya, sangat pagi sekali, udara masih dingin, beberapa masjid masih mengumandangkan iqomad. Sang kucing meringkuk di tempat yang tidak biasa lagi. Namun bukan di tempat sebeleumnya, tempat terakhir aku melihatnya malam tadi.

Badannya lesu, bulunya tetap hangat, namun kehangatan bulunya sudah tak ada gunanya lagi. Karena sang kucing tak perlu dihangatkan lagi. Rencana tadi malam pun tak teringat lagi.

Minggu, 05 Februari 2012

A Missing Picture

Gambarnya jelek sih, tapi cerita dibalik gambar ini... 

Built to last :)

Senin, 23 Januari 2012

Milanisti Berduka, Terkutuklah Pengendara!

Kecelakaan maut terjadi di kawasan Tugu Tani, Jakarta pusat (22/1/2012) sekitar pukul 11.15 WIB. Mobil Daihatsu Xenia nopol B2978XI itu meabrak 13 orang yang sedang berjalan di trotoar.

Sembilan orang tewas, dan empat lainnya terluka. Para korban kebanyakan adalah warga yang baru selesai berolahraga dan jalan-jalan di Monas.

Salah satu dari 9 korban tewas adalah Milanisti (pecinta AC Milan). Ini akun Facebooknya: 


Di akun korban terdapat nama "Van Bommel" yaitu salah satu pemain tengah AC Milan, Mark Van Bommel. Korban yang baru selesai bermain futsal ini sempat berpamitan via Facebook sebelum berangkat.

Ini status facebooknya:



Sangat menjijikkan ketika si penabrak yang mabuk di malam sebelum kejadian mengatakan bahwa Ia tidak bersalah. Ia mengatakan bahwa rem mobil yang dikendarainya blong sehingga Ia tidak dapat mengendalikan mobil yang dibawanya, padahal saksi mata mengatakan bahwa mobil tersebut jelas terlihat ugal-ugalan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian ternyata si pengedara tidak mampu menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mobil, selain itu pengendara juga hanya mampu menunjukkan poto copy STNK, bukan yang asli. Setelah diperiksa hasil urine ternyata si pengendara positif pengguna narkoba. Pengemudi yang justru marah-marah setelah kejadian itu dikenakan pasal berlapis yang akan dihukum seberat-beratnya. 

Ini foto menjijikkan dari pengendara 




Innalillahi wainnailaihi rajiun. Selamat jalan saudara Milalanisti. Semoga diterima di sisi-Nya. 
Sono Milanista nel cuore per sempre...

Minggu, 01 Januari 2012

Tahun Baru 2012


Berhubung ini tahun baru, postingan kali ini agak beda dari biasanya. Saya akan menggunakan kata 'gue' walaupun saya sendiri nulisnya agak pusing. Baiklah, hari ini gue bukan mau cerita soal malem tahun baru gue. Malem tahun baru gue cuma kaya biasanya, kok. Suram, tidur di kost kaya tahun-tahun sebelumnya. Yang mau gue ceritain di sini adalah kejadian setelah matahari terbit. Yang jelas tahun baru ini gue ga ikut NU ataupun Muhammdiyah.

Seperti biasanya, tahun baru ini gue tetep bangun siang, motor gue tetep butuh duit buat diservis, mas-mas penjaga kost tetep ingetin bayaran kost yang jatuh tempo besok. Tahun baru ini gue tetep makan di burjo, cuma bedanya mas-mas yang jaga parkir ngilang ntah kemana. Dugaan gue dia pasti kecapekan semalem, bukan karena jagain motor, tapi pasti karena pegangin kembang api buat anak bininya.

Setelah gue makan di burjo, gue putuskan buat pegi ke mall cari celana jeans. Gue tau Jogja macet banget hari ini. Dan gue juga tau kalo ujungnya gue ga bakalan beli. Tapi apa daya gue tetep berangkat. Pas di jalan Laksda Adi Sucipto, 200 meter barat amplaz, gue kena macet. Dengan pedenya gue selip sana sini, lewatin mobil yang isinya orang-orang dengan raut muka abis nguli. Sampe akhirnya gue berhenti di sebelah mobil Toyota Avanza. Gue netralin motor gue dan sambil bunyiin jari-jari tangan gue, gue busungkan dada sambil senyum saking bangganya bisa nyelip banyak mobil. Tapi pas gue tengok ke kiri, dengan santainya ada motor yang jalan di trotoar. Mereka ga capek-capek teken kopling, banting stang. Gue bete, orang-orang yang di dalam mobil lebih bete.

Baliknya dari mall, gue pilih jalan yang beda dari jalan berangkat tadi. Sampe 3km sebelum sampe kost, gue putusin buat pake jas hujan karena udah kerasa gerimis. Akhirnya gue berenti di bawah pohon, pas disebelah orang gila lagi duduk. Dengan muka bego beliau(orang gila) liatin gue dan dengan muka bego gue mikrin kira-kira apa yang beliau pikirkan. Gue ga tau kenapa beliau bisa gila dan beliau juga pasti ga tau kenapa gue milih berhenti pas disebelah beliau. Sampe akhirnya gue jalan lagi dengan banyak pertanyaan di kepala gue, dan beliau tetep duduk dengan muka bego sambil makanin laler dan kutu di kepala beliau. Satu hal, gue ga ngiler :|

Itu aja sih cerita tahun baru gue. Berhubung lagi ada mood posting ya gue posting sekarang, walopun gue masih nyisahin beberapa jam lagi hari ini. 

Gue bikin postingan ini temanya lucu-lucuan. Jadi kalo lo ga ketawa baca ini, lo bisa cari dan datengin gue, terus tonjokin muka gue. Tapi kalo gue juga ga ketawa setelah lo tonjokin, jangan marah kalo gue bales tonjokan lo. Kalo lo juga ga ketawa setelah gue tonjok, lo juga boleh bales lagi. Gitu aja terus sampe kita tau muka siapa yang paling mirip abg abis minum pop ice dari hidung.