-->

Rabu, 16 Juni 2010

Warga Lubuklinggau Kesulitan Nonton Piala Dunia

Tak heran, seperti Piala Dunia sebelumnya, warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan tahun ini pun kesulitan mendapatkan siaran langsung perhelatan Sepak Bola terbesar di dunia yang dilaksanakan 4 tahun sekali ini. Pasalnya, receiver yang dimiliki oleh umumnya warga kota Lubuklinggau ini tidak mampu menangkap siaran Piala Dunia yang disiarkan oleh televisi lokal. Sehingga warga kota Lubuklinggau harus memiliki receiver khusus yang mampu menangkap siaran piala dunia. 

Untuk dapat menonton pertandingan yang berlangsung selama 11 juni hingga 11 juli 2010 ini, sabagian warga mendatangi tempat-tempat tertentu yang mengadakan acara nonton bareng (nobar). Ada yang gratis, ada juga yang harus membayar. Seperti yang di adakan di Lapangan Merdeka (Lapmer) misalnya, dapat diikuti gratis oleh warga Kota Lubuklinggau. Namun tidak semua pertandingan disiarkan di Lapangan Merdeka Kota Lubuklinggau ini. Sehingga warga mengikuti nobar di tempat lainnya untuk menyaksikan pertandingan.

Hal seperti ini tidak hanya dirasakan oleh warga Kota Lubuklinggau saja, beberapa Kabupaten di Sumatera Selatan juga mengalami hal yang sama, mereka harus mendatangi tempat yang mengadakan nobar untuk menyaksikan pertandingan, karena receiver yang mereka miliki tidak mampu menangkap siaran.

Namun berbeda di Ibu Kota Sumatera Selatan, Palembang. Warga Palembang dapat menyaksikan pertandingan seperti biasanya, karena Palembang mampu menangkap siaran lokal tanpa receiver. Cukup antena dan televisi saja, seperti di kota-kota besar lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar Anda